drama
Dihujat Knetz, Tim Produksi "Perfect Crown" Rilis Permintaan Maaf
Source by funkorea
Drama "Perfect Crown" tengah menjadi kontroversi besar di Korea setelah netizen menemukan beberapa detail sejarah yang dianggap tidak akurat di episode-episode terakhirnya.
Salah satu yang paling dipermasalahkan adalah penggunaan "Goryeo Myeonryugwan" dengan 9 untaian manik-manik untuk karakter Pangeran Ian. Netizen Korea menilai hal itu salah karena mahkota tersebut digunakan saat Joseon masih berada di bawah kekaisaran Tiongkok.
Menurut sejarah, setelah Raja Gojong mendeklarasikan Korea sebagai "Kekaisaran Daehan" yang merdeka pada tahun 1897, simbol kerajaan yang digunakan seharusnya berubah menjadi "Sibyi Myeonryugwan" dengan 12 untaian manik-manik sebagai lambang negara berdaulat.
Selain itu, istilah "Cheonse" yang digunakan rakyat kepada Ian juga dipermasalahkan. Netizen menjelaskan bahwa istilah tersebut digunakan saat Korea masih menjadi kerajaan bawahan, sedangkan untuk penguasa Korea merdeka seharusnya menggunakan seruan "Manse."
Kontroversi semakin membesar setelah penonton juga menyoroti adegan tata cara penyajian teh oleh karakter Huiju yang diperankan IU. Banyak yang merasa caranya lebih mirip budaya Tiongkok dibanding tradisi Korea.
Ini bukan kali pertama sebuah drama Korea yang memiliki unsur sejarah dikritik habis-habisan oleh warga Korea karena dianggap tidak melakukan research sejarah dengan baik dan dalam. Pasalnya menurut mereka, sejarah menjadi hal yang cukup sensitif jika diperlihatkan secara tidak sesuai.
Karena kemarahan publik terus berlanjut, tim produksi drama akhirnya merilis permintaan maaf resmi. IU dan Byeon Woo Seok sebagai pemeran utama juga ikut menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadi mereka.